Sunda Vs Jawa

Di Sore yang mendung, saya duduk dengan teman sundaku.  saya meminta dia mengajariku bebicara bahasa sunda. Lalu timbul pertanyaan dibenakku mengapa bahasa Sunda sangat berbeda dengan Jawa?

Nah ini dia asal mulanya …

Alkisah di zaman dahulu ada kerjaan yang sangaaat besar dan berkuasa, yaitu Kerajaan Majapahit yang beridir sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerjaan hindu-budha ini menguasai Nusantara, yaitu Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya dan menjadi Kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas pada masa kekuasaan Hayam Wuruk.

Hayam Wuruk adalah raja muda yang bijaksana dan berkuasa. dia memiliki seorang mahapatih yang bernama Gajahmada. Gajahmada sangat ambisius untuk menaklukan semua kerajaan di Nusantara ini karena sumpah palapanya, namun hanya satu kerajaan yang belum ditaklukkan yaitu Kerajaan Sunda.

Suatu hari Hayam Wuruk ingin mencari seorang permaisuri untuk dinikahinya, dia melihat-melihat lukisan putri-putri dari kerajaan yang bermacam-macam. namun, dia jatuh cinta dengan wajah seorang puteri yang cantik nan jelita, dialah puteri Dyah Pitaloka Citraresmi dari kerajaan Sunda. Dikirimnya surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar Dyah Pitaloka. Rencananya pernikahan akan diadakan di Majapahit, Linggabuana akhirnya berangkat ke Majapahit, karena rasa persaudaraan yang sudah ada dari garis leluhur dua negara tersebut. Linggabuana berangkat bersama rombongan Sunda ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat.

Setelah di Bubat dengan diiringi sedikit prajurit, timbul niat Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai Sunda. Gajah Mada membuat alasan oleh untuk menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat adalah bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit. Kemudian diseranglah rombongan dari Kerajaan Sunda bersama pasukannya yang bernama Bhayangkara. terjadilah peperangan yang tidak seimbang karena pasukan dari Sunda sedikit dibandingkan pasukan Gajah Mada. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Linggabuana, para menteri, pejabat kerajaan beserta segenap keluarga kerajaan Sunda. Tradisi menyebutkan sang Putri Dyah Pitaloka dengan hati berduka melakukan bela pati, bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya.Tindakan ini mungkin diikuti oleh segenap perempuan-perempuan Sunda yang masih tersisa, baik bangsawan ataupun abdi.

Hayam Wuruk meratapi kematian sang putri Dyah Pitaloka. Hayam Wuruk menyesal telah mengirim patih Gajah Mada untuk menjemput rombongan Sunda. Peristiwa yang penuh kemalangan ini pun menandai mulai turunnya karier Gajah Mada. Tragedi ini merusak hubungan kenegaraan antar kedua negara dan terus berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian, hubungan Sunda-Majapahit tidak pernah pulih seperti sedia kala. Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan larangan estri ti luaran, yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit. Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas sebagai larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.

sebuah sentimen yang kemudian berkembang menjadi semacam rasa persaingan dan permusuhan antara suku Sunda dan Jawa yang masih tersisa hingga kini. Antara lain, tidak seperti kota-kota lain di Indonesia, di kota Bandung, ibu kota Jawa Barat sekaligus pusat budaya Sunda, tidak ditemukan jalan bernama “Gajah Mada” atau “Majapahit”. Meskipun Gajah Mada dianggap sebagai tokoh pahlawan nasional Indonesia, kebanyakan rakyat Sunda menganggapnya tidak pantas akibat tindakannya yang dianggap tidak terpuji dalam tragedi ini.

Nah itu dia ceritanya, mungkin jika pernikahan antara Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka terjadi, bahasa jawa dan sunda akan menjadi satu dan orang jawa tercampur darah sunda yang geulis-geulis. heheh. Finally, Cintai Sejarah Kebudayaan Indonesia😀

12 thoughts on “Sunda Vs Jawa

  1. cie hilman, iya man hoax, kamu masih punya kesempatan kok bwakakakkaakka.

    pernikahan antar sunda jawa mah udah hal biasa kok dari dulu, ortuku salah satunya.
    True story.

  2. Gw ga percaya sama ni cerita.ad sebuah kerajaan yg bernma majapahit rajanya adalah hayam wuruk patihnya gadjah mada,kerajaan ini sudah menguasai seluruh nusantara kecuali kerajaan sunda prreeett… Gw ank sma gw ga tau sejarah tntag kedua kerajaan tu, sebelum gw ngeliat sendiri bukti yg nyata, atau mungkin kelak klo kuliah tntang sejarah, dosen gw sendiri yg memberikan ilmu sejarah tntang kedua sejarah tu, baru gw percaya. Gw bukannya meremehkan ni sejarah, cuman gw ga KURANG percaya aj, dn gw sendiri org jawa, dn kisan itu sndiri konon berada di pulau jawa, ga mungkin gw meremehkan ni cerita sejarah.

  3. Klo yang ini Rajanya orang Jawa apa orang Sunda ya….???? : PRABU GURU DHARMASIKSA, mula-mula berkedudukan di Saunggalah, kemudian pindah ke Pakuan. Beliau mempersiapkan RAKEYAN JAYADARMA, berkedudukan di Pakuan sebagai PUTRA MAHKOTA. Menurut PUSTAKA RAJYARAJYA i BHUMI NUSANTARA parwa II sarga 3: RAKEYAN JAYADARMA adalah menantu MAHISA CAMPAKA di Jawa Timur karena ia berjodoh dengan putrinya MAHISA CAMPAKA bernama DYAH LEMBU TAL. Mahisa Campaka adalah anak dari MAHISA WONGATELENG, yang merupakan anak dari KEN ANGROK dan KEN DEDES dari kerajaan SINGHASARI. Rakeyan Jayadarma dan Dyah Lembu Tal berputera SANG NARARYA SANGGRAMAWIJAYA atau lebih dikenal dengan nama RADEN WIJAYA (lahir di PAKUAN). Dengan kata lain, Raden Wijaya adalah turunan ke 4 dari Ken Angrok dan Ken Dedes. Rakeyan Jayadarma mati dalam usia muda sebelum dilantik menjadi raja. Konon beliau diracun oleh saudara kandungnya sendiri. Akibatnya Dyah Lembu Tal tidak bersedia tinggal lebih lama di Pakuan, karena khawatir dengan keselamatan dirinya dan anaknya. Akhirnya Wijaya dan ibunya diantarkan ke Jawa Timur. Dalam BABAD TANAH JAWI, Wijaya disebut pula JAKA SUSURUH dari PAJAJARAN yang kemudian menjadi Raja MAJAPAHIT yang pertama. Kematian Jayadarma mengosongkan kedudukan putera mahkota karena Wijaya berada di Jawa Timur. Jadi, sebenarnya, RADEN WIJAYA, Raja MAJAPAHIT pertama, adalah penerus sah dari tahta Kerajaan Sunda yang ke-26.

  4. Orang jawa itu terkenal dengan pelitnya, malas, kampungan, ga mau bergaul dengan suku lain.
    Kalo kerja ada org jawa yg berhasil, ada orang autis yang penting orang jawa pun dimasukan kerja. Picik kan? Hhe

  5. keluarga saya sudah cukup berhubungan dengan org sunda dan hal itu cukup pahit. org sunda asu!! penuh tipu muslihat jgn pernah percaya sama org sunda!!! ditolongin dikasih kerjaan malah barang2 di jual2in. cewenya juga rata2 kolot, pengeretan juga sih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s