Ramalan Jayabaya Ditinjau dari Perspektif Sosial Politik Indonesia (part I)

Masih belum terhapus begitu saja dari ingatan masyarakat dunia, film 2012 yang mengangkat isu doomsday (kiamat), menuai banyak respon dan reaksi. Film yang disangkut-pautkan dengan ramalan 2021 suku Maya tersebut menceritakan tentang awal kehancuran bumi karena planet Nibiru, planet yang ditemukan bangsa Sumeria, tengah melaju ke bumi . Kedudukan bumi yang sejajar dengan planet-planet yang lain juga mengakibatkan terjadi berbagai bencana alam, mulai dari pemanasan global, hujan meteor, letusan gunung berapi, hingga tenggelamnya pegunungan Himalaya karena gelombang tsunami .


Film 2012 yang membidik momen isu kiamat secara tepat, membuat film ini meraup 2,1 triliun rupiah pada pekan pertamanya dan langsung menduduki peringkat pertama box office . Masyarakat dunia berbondong-bondong mengantri tiket untuk menyaksikan kedasyhatan film garapan Rolland Emmerich tersebut.
Meski demikian film 2012 juga menuai banyak kritik dan protes, terutama dari kalangan ilmuwan. Pihak NASA mengklaim bahwa isu kiamat tersebut tidaklah benar. Mereka menjelaskan di tahun 2012 hanya akan ada gangguan cuaca dikarenakan adanya badai matahari. Hal ini hanya akan mempengaruhi sarana transportasi dan telekomunikasi. Beberapa pengamat film pun menilai bahwa film 2012 sekadar mengaduk euforia kiamat, tanpa menampilkan alur film yang benar-benar berkualitas. Bahkan dari suku Maya sendiri, seperti yang diberitakan oleh Liputan 6 (13 Oktober 2009), tetua suku Maya, Apolinario Chile Pixtun menampik.

Ramalan tersebut hanya dilebih-lebihkan oleh bangsa Barat, dan dirinya mengaku bahwa sukunya justru tidak mengetahui akan ramalan tersebut, karena data yang termuat di stone tablet (tablet batu) tidak jelas dan ada bagian yang terlewatkan. Tahun 2012 yang merupakan ahir dari penanggalan suku Maya hanyalah sebuah siklus akhir atau masa transformasi kembali karena titik balik matahari musim dingin belahan bumi bagian utara, dan diprediksi mencapai puncaknya pada tanggal 21 Desember 2012.
Terlepas dari dugaan dan komentar miring dari ramalan 2012, film tersebut telah membuktikan cermin masyarakat modern yang masih terkukung oleh ketakutan dan kecemasan seputar isu mistis. Kalender Suku Maya kuno mampu memberikan efek luar biasa untuk memunculkan kembali rasa takut kiamat pada dunia, sedangkan film 2012 berangkat dari hal-hal mistis yang dikemas sedemikian rupa dengan sains, dan tekhnologi modern

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s