Teori Komunikasi Interpersonal (part IV)

Structuration Theory
Teori structural = setiap perilaku manusia bergantung dengan norma dan struktur dalam kita menghadapi isu atau menyelesaikan masalah.
Namun, struktur tersebut juga dibuat, diolah dan diubah berdasarkan perilaku kita

Namun, disamping itu perilaku tidak hanya dapat membuat sebuah struktur namun juga dapat mendaur ulang struktur yang telah ada sebelumnya.
Contoh kasus :
Angkatan 09 membutuhkan jasa persewaan tenda untuk acara GC. Kebetulan sepupu Pandu memiliki tenda yang bisa dipinjam. jadi, para panitia pun meminta tolong Pandu supaya bisa bisa membantu meminjam tenda ke sepupunya. (struktur 1)
Beberapa waktu kemudian angkatan 09 membuat acara camping bersama dan kembali membutuhkan tenda. Kemudian angkatan 09 kembali meminta tolong Pandu untuk meminjam tenda ke sepupunya. Merasa sungkan untuk meminjam kembali tenda milik sepupunya, Pandu tetap membantu meminjamkan tenda angkatan 09 namun di tempat persewaan. (struktur 2)

Dari kasus ini terlihat sebuah struktur (struktur 1) bahwa jika angkatan 09 membutuhkan tenda, mereka dapat meminta tolong Pandu untuk meminjamkan tenda milik sepupunya, dan tenda dipinjamkan. Namun, kemudian sturktur berubah (menjadi struktur 2), yaitu karena Pandu merasa sungkan, Pandu tidak kembali meminjam tenda milik sepupunya, namun meminjam dari tempat persewaan tenda.

2 thoughts on “Teori Komunikasi Interpersonal (part IV)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s