Teori Komunikasi Interpersonal (part II)

Teori Komunikasi Kelompok

Input + Proses = Output

4 fase perkembangan grup dalam pembuatan keputusan – B. A. Fisher (1970):
• Orientation
in which group members become acquainted with each other and with the problem at hand

• Conflict
in which possible solution are presented and debate

• Emergence
in which the group arrives at some level of consensus

• Reinforcement
in which the decision is supported by group members

Teori konvergensi simbolik


• Tujuannya mengetahui bagaimana proses terbentuknya sense of community dan group consciousness dalam sebuah kelompok

• Teori ini ingin menjelaskan tentang bagaimana dua atau lebih paket simbolik saling mendekat atau bahkan berpapasan selama proses komunikasi tertentu

• Teori ini memiliki anggapan dasar bahwa setiap anggota kelompok melakukan pertukaran fantasi dalam rangka membentuk kelompok yang kohesif. Dengan saling bertukar fantasi tersebut bisa memicu terjadinya interaksi kelompok yang baik. Fantasi yang dimaksudkan di sini bisa berupa ide-ide, cerita, gurauan, dan lain-lain yang mengungkapkan emosi atau mengandung emosi. Fantasi bisa meliputi peristiwa di masa lalu atau yang akan terjadi, namun fantasi tidak termasuk pada komunikasi yang berfokus pada kegiatan yang terjadi dalam kelompok tersebut. Misalnya udin sedang mengerjakan tugas matematika bersama kelompoknya, ketika udin berkata tentang bagaimana memecahkan soal nomer 3 itu tidak termasuk fantasi karena dia membicarakan sesuatu yang menjadi fokus kegiatan kelompok tersebut, namun saat udin bercerita bahwa dia akan pergi berkencan dengan pacarnya setelah mengerjakan tugas itu baru termasuk fantasi.

• Fantasi yang ditanggapi secara positif akan membuat rantai fantasi. Contohnya saat tadi si udin berkata tentang pacar, tiba-tiba teman yang lain bercerita kalau dia baru saja membeli hadiah ulang tahun untuk pacarnya dan cerita itu akan terus berantai. Ini mengubah suasana kerja yang serius menjadi lebih energik dan positif. Dengan adanya saling berbagi fantasi ini, kohesi dalam sebuah kelompok semakin terbentuk.

• Kohesi yang terbentuk dalam sebuah kelompok mempermudah terjadinya pengambilan keputusan dalam kelompok tersebut.

• Keterbukaan adalah bagian penting dalam membentuk kohesi dalam kelompok.

3 thoughts on “Teori Komunikasi Interpersonal (part II)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s