Teori Komunikasi Interpersonal (part III)

Teori Fungsional

Dikembangkan oleh Denis Gouran dan Randy Hirokawa. Termasuk ke dalam tradisi sosiokultural. Pembuatan Keputusan merupakan sebuah proses. Proses tersebut terjadi dalam kelompok. Kelompok itu menggunakan komunikasi dalam menjalani proses tersebut.

Teori Fungsional Dipengaruhi oleh:

  • Karya Robert F. Bales dalam karyanya, Interaction Process Analysis.

Kelompok memiliki empat masalah fungsional:

Adaptasi = Penyesuaian Kelompok dengan lingkungan luarnya.

Kontrol Instrumen = Menyingkirkan atau mengendalikan rintangan untuk pencapaian tujuan.

Ekspresi = Pengendalian Ketegangan dan Emosi dalam kelompok.

Integrasi = Formasi dalam kelompok yang telah bersatu.

Pemikiran Bales menyediakan dua dasar teori Fungsional, dengan:

  1. Menitikberatkan gagasan tentang ‘fungsi yang harus diolah jika ingin berhasil  menyelesaikan tugas’ yang dihadapi kelompok.
  2. Menunjuk peran penting ‘interaksi’ dalam menghadapi masalah fungsional di atas.

Konsep Groupthink

Irving Janis mengemukakan bahwa sebuah kelompok yang tercirikan oleh Groupthink setiap anggotanya sangat ingin mengembangkan perasaan baik terhadap kelompok. Karena keinginan kuat sebuah kelompok untuk terbentuknya kelompok yang erat, setiap individu dalam kelompok akan mencoba menjaga persamaan sudut pandang di dalam kelompok, mencoba menjaga pihak lain tetap dalam persetujuan atau menjaga nama baik kelompok itu, dan akhirnya mengembangkan sebuah kepercayaan di dalam kelompok bahwa kelompok itu berada pada persetujuan sempurna (antara anggota-anggotanya) dan kebal terhadap kesalahan.

  • Mempertanyakan:

Bagaimana sebuah kelompok dapat menjalankan fungsinya sebagai pembuat keputusan?

  • Fungsi yang dikehendaki:

Kelompok Pembuat Keputusan harus;

  1. Menunjukkan pemahaman yang tepat terhadap masalah
  2. Menentukan karakter minimal alternatif; agar terdapat sesuatu yang dapat menjadi batasan alternatif yang diajukan sehingga alternatif itu kompeten
  3. Mengetahui bagaimana solusi yang relevan dan realistis
  4. Menguji secara hati-hati setiap alternatif; dengan memandang alternatif yang disetujui sebelumnya
  5. Memilih alternatif sesuai dengan hasil analisis terhadap masalah menjadi alternatif yang disetujui bersama

Semakin dekat kelompok dengan fungsi, atau semakin ‘fungsional’ sebuah kelompok, maka semakin baik keputusan atau pemecahan masalah yang dihasilkan

Dalam proses mendekati fungsinya, sebuah kelompok harus menyesuaikan diri dengan ‘Batasan’ dan ‘Faktor Komunikasi’

  • Batasan:

“Sebuah kelompok yang akan melakukan pembuatan keputusan berusaha untuk bekerja secara rasional, mempunyai sumber daya dan kemampuan untuk memecahkan masalah, dan terdorong untuk membuat keputusan yang baik”

Kelompok yang sesuai dengan batasan merupakan kelompok yang ‘Efektif’

  • Faktor Komunikasi:

Sebuah kelompok, dalam bekerja:

  1. Melakukan Analisis; terhadap masalah
  2. Menentukan Kriteria; alternatif pemecahan masalah
  3. Melakukan Evaluasi; setelah alternative digunakan(Positif dan Negatif)
  4. Membangun Prosedur; untuk memecahkan masalah yang datang berikutnya

Semakin tinggi frekuensi faktor komunikasi di dalam kelompok, maka ‘fungsionalitas’ kelompok tersebut

Model Saling-Menentukan antar variabel dalam praktek

Variabel:

  1. Efektivitas: kedekatan karakter kelompok dengan batasan
  2. Frekuensi Faktor Komunikasi
  3. Fungsionalitas: ditentukan oleh frekuensi faktor komunikasi
  4. Tingkat keberhasilan Mrmrcahkan masalah

One thought on “Teori Komunikasi Interpersonal (part III)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s